Rapat Koordinasi Relawan BankZiska di Ngrayun

Tepatnya di hari Sabtu tanggal 20 November 2021, Bankziska Lazismu mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Relawan Bankziska yang bertempat di Gedung Dakwah PCM Ngrayun Timur Ponorogo. Acara yang dimulai sejak pagi hari hingga siang ini dihadiri oleh tim pengelola Bankziska Ponorogo, pengelola BMT Hasanah, Perwakilan PCM Ngrayun Timur, dan tentunya para Relawan Bankziska Lazismu.

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Utama Bankziska Jawa Timur, Dr. Ir. H. Agus Edi Sumanto, M.M., MSi. Rakor Bankziska ini di awali dengan sambutan oleh ketua PCM ngrayun Timur. Dalam sambutannya beliau menyampaikan sangat berterimakasih kepada Bankziska karena telah mempercayai Ngayun Timur sebagai tuan rumah dalam rapat koordinasi ini.

Relawan dalam KBBI disebut sukarelawan, sedangkan dalam bahasa inggris disebut juga dengan volunteer  ialah orang yang melakukan sesuatu dengan sukarela tanpa adanya paksaan.  Inilah yang menjadi dasar adanya relawan, hal ini sejalan dengan apa yang sedang dijalankan oleh Bankziska bersama para relawan.

Para Relawan yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Relawan Bankziska merupakan struktur bawah Bankziska yang tugasnya mengkoordinasi dan membawahi mitra Bankziska. Relawan Bankziska bisa di pegang oleh togamas, takmir masjid atau lazismu setempat. Mereka melakukan kegiatan diantaranya mendata pengajuan calon mitra pembiayaan, melakukan pembinaan terhadap kelompoknya melalui media pertemuan rutin seperti pengajian, melakukan pengadministrasian pinjaman mitra Bankziska, melakukan pengumpulan angsuran, dan menyetorkan angsuran kepada petugas operasional Bankziska.

Tugas mulia ini dilakukan oleh para relawan Bankziska dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Mereka membantu orang lain dengan sukarela tanpa paksa dan tanpa dibayar. Para relawan ini menjadi unsur terpenting dalam kegiatan pembiayaan mitra di Bankziska. Mereka memiliki kelompok mitra ampuannya dengan jumlah yang berbeda-beda. Salah satu relawan yaitu Bu Alfi, beliau memiliki mitra sekitar 46 orang di Desa Bedingin Kecamatan sambit. Perjuangan para relawan ini sangat luar biasa, mereka senantiasa mendukung Bankziska dalam membangun ekonomi tanpa riba.

Dr. Ir. H. Agus Edi Sumanto, M.M., MSi. selaku Direktur Utama Bankziska Lazismu Jawa Timur menyampaikan bahwa mengentaskan masyarakat dari jeratan riba merupakan awal pintu masuk dari tujuan utama didirikannya program Bankziska. Adapun tujuan utamaya adalah mengubah masyarakat tidak mampu menjadi masyarakat mampu atau mustahik menjadi muzakki, serta bagaimana meningkatkan yang sudah diberdayakan menjadi masyarakat tumbuh baik secara financial, mental, sosial, agama,dan ekonomi.

Disela-sela acara rakor ini juga diadakan penyerahan kendaraan sejumlah 4 sepeda motor kepada para relawan Bankziska. Kendaraan ini nantinya digunakan untuk operasionalisasi Bankziska di wilayahnya. Kendaraan ini diserahkan kepada 4 relawan Bankziska yaitu perwakilan Jintap, Mlarak, Sawoo dan Ngrayun.

Dalam sesi forum diskusi, mereka menyampaikan sejumlah pertanyaan, kesan dan pesannya menjadi relawan Bankziska. Mereka sangat bangga dan senang bisa bergabung menjadi bagian dari relawan Bankziska ini. Acara Rapat Koordinasi Relawan Bankziska ini ditutup dengan ramah tamah, disuguhkan dengan makanan khas Ngrayun yang menambah kenikmatan dalam acara Rakor ini.

Bankziska merupakan Islamic social finance atau keuangan mikro berbasis Islam. Bankziska senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat ultramikro dalam menumbuhkan ekonomi tanpa riba.

 

Similar Posts