Jum’at (27/10/2023), BankZiska Lazismu berkesempatan menghadiri acara sharing session bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta. Dalam acara ini dihadiri oleh BP Lazismu Jawa Timur, BP Lazismu DKI Jakarta, dan Pengelola BankZiska. Menariknya dalam sharing session ini juga dihadiri oleh Relawan BankZiska yang menjadi penggerak program tersebut.

Sharing Session diawali sambutan oleh Sekjen Lazismu Jawa Timur, ”Program BankZiska ini sangat menarik dan dilirik oleh banyak Lembaga diluar persyarikatan, nama BankZiska itu sudah dipatenkan, bahkan di Pengukuhan Prof. Nafik salah satunya menyinggung tentang BankZiska sebagai pasar Ta’awun,” ujarnya. Menurutnya keunggulan Lazismu Jawa Timur salah satunya dalam inovasi sosial seperti program BankZiska ini.

Faruq Ahmad Futaqi selaku Direktur Operasional BankZiska Lazismu Jawa Timur memaparkan keunikan program BankZiska dan filosofi munculnya Bank Thitil yang menjerat masyarakat. ”Cara kerja Bank thitil seluruhnya dipinjami yang membedakan hanya cara nagihnya yang sangat kejam, BankZiska hadir di usaha mikro kecil, nantinya program ini diharapkan bisa menjangkau seluruh bidang tidak hanya yang memiliki usaha saja,” tegasnya.

“Relawan sebagai leader atau penggeraknya BankZiska, karakter dan kemampuan membayar yang menjadi tekanan dalam menyeleksi para mitra. Kluster masjid menjadi kluster yang paling baik dalam mendirikan BankZiska , ungkap Faruq Ahmad Futaqi.

Disela sesi dialog, ketua Lazismu DKI Jakarta Lambang Saribuana sangat mengapresiasi program Lazismu Jawa Timur ini, “BankZiska sangat inspiratif, menarik, unik dan banyak dilirik oleh orang luar, harapan kami Lazismu DKI Jakarta bisa menduplikasi program ini,” ujarnya.

Tidak hanya acara sharing session, menariknya BankZiska juga diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan Fundrising  yang diadakan oleh Lazismu DKI Jakarta secara hybrid. Dalam sambutannya Ketua Lazismu DKI Jakarta sangat mengapresiasi program BankZiska dan Lazismu DKI Jakarta nantinya akan fokus pada dua hal yaitu pelatihan dan keuangan.

Diakhir sambutannya Lambang Saribuana yang biasa dipanggil coach Lambang mengemukakan “ketika anda berhenti belajar berarti sama saja berhenti tumbuh, dan jika berhenti tumbuh berarti akan mati. Lazismu DKI Jakarta siap menduplikasi program BankZiska”. BankZiska sebagai model pemberdayaan ekonomi yang layak diapresiasi dan diduplikasi karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat utamanya para pelaku usaha mikro kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *